Merpati
Banyak orang yang berbangga hati bila ia bisa menjadi rajawali yang bisa terbang tinggi dan bebas diangkasa, rajawali yang kuat dan gagah. Namun apalah guna semua itu bila rajawali hanya terbang sendiri, sepi tanpa kawan tanpa persahabatan. Hidupnya kering sekering udara panas yang menemaninya terbang.
Lihatlah merpati yang hidup berkelompok penuh persahabatan. Walaupun hanya mampu terbang dikerendahan, namun ia mampu menikmati indahnya taman sakura. Tapi kenapa ya ada orang yang takut menjadi merpati??? Katanya merpati itu sering “patah sayap” dan tak jarang juga suka “ingkar janji”. Apa memang seperti itu?!?
Jika tidak mau jadi merpati “ingkar janji”, maka jangan pernah jadi merpati “umbar janji”. Tapi bagaimana pun juga, aku masih tetap yakin bahwa ada merpati yang setia pada janji.
Mungkin seperti itulah kehidupan. Ada yang datang dan ada yang pergi. Ada yang “umbar janji”, ada yang “ingkar janji”, dan ada pula yang “patah sayap”. Oooh…kasian para merpati yang “patah sayap”. Adakah obat yang mampu meluruskan kembali sayapnya yang patah!!! Entahlah…
Musim Langsat
Makassar lagi musim buah langsat, namun sayang tidak ada yang gratis, semua serba pakai uang, karena memang Makassar bukanlah daerah penghasil langsat. Hampir-hampir tidak ada yang gratis di kota besar seperti Makassar.
Aku terkenang masa laluku beberapa tahun silam ketika pergi kesalah satu daratan penghasil buah langsat di Sulawesi Selatan (sekarang menjadi Sulawesi Barat). Disitu aku bisa makan langsat sepuasnya langsung dari dahannya. Kalau saja selama musim langsat ini aku bisa pergi ke daerah itu, banyak kenangan yang akan terulang kembali. Mandi-mandi disungai sambil makan durian, bersantai ria dibawah pohon langsat sambil menikmati buahnya. Sungguh nikmat…
zar
ente termasuk merpati ingkar janji atau merpati patah hati?
jangan sampai kita termasuk keduanya
makanya kita jangan jadi merpati ya?
jadi rajawali saja...